SECRET PAPER (Love story in the School)
Marisa merupakan perempuan yang sangat disukai
oleh Dimas, Marisa memiliki kepribadian yang sangat bersahabat selain itu dia
memiliki sifat sangat baik hati dan rendah diri tidak lepas dari karakternya, yang
menyukai Marisa pun juga sangat banyak. Tidak heran lagi, jika semua teman
laki-laki menyukainya.
Marisa adalah seorang perempuan yang
mengenakan jilbab yang anggun, terlihat cantik dan begitu indah berhijab
panjang, seseorang yang memiliki wajah yang manis hampir setiap hari tidak
pernah terlukis wajah kesedihan pada dirinya. Pakaian favoritnya mengenakan
hijab panjang dan berpakaian serba panjang, hoby nya membaca.
Tersenyum manis merupakan ciri khas dari Marisa,
tapi disamping itu Marisa single lho.. dan pertanyaan mengapa ia single? Itu
merupakan jawaban tersendiri baginya.
Marisa memiliki teman akrab bernama Shinta,
hampir setiap hari Shinta dan teman-teman lain menanyakan pertanyaan yang sama,
"kenapa Marisa tidak memiliki pacar?" setiap kali teman-temannya
menanyakan pertanyaan itu, jawaban Marisa hanya senyuman manis dan satu kalimat
"tunggu saja"
Disamping orang yang istimewa seperti Marisa,
dan disitu juga ada seseorang yang setia menyukainya.
Namanya Dimas, seorang laki-laki yang pendiam,
Dia memiliki mimpi besar selain dari itu, dia juga memiliki harapan yaitu
dapat menjadi pacarnya Marisa. Hampir tiap hari setiap saat dan setiap
menit-menit berlalu terbayang wajah Marisa.
Dimas dan Marisa teman 1 kelas sewaktu kelas
1&2, sekarang sudah tidak sekelas lagi tapi tetap satu organisasi yaitu
KIR. (KIR ; Kelompok Ilmiah Remaja)
Dan hampir tiap hari Dimas tidak pernah
kehabisan stok semangat untuk datang ke Sekolah apalagi ke organisasi KIR.
Dimas memiliki teman akrab bernama Husni, Husni
terus menggoda dan merayu Dimas agar ia berani untuk nyatain perasaannya ke Marisa
akan tetapi Dimas yang memiliki karakter pendiam, hanya bisa diam dan menunggu
waktu yang tepat.
Hari demi hari Dimas hanya melihat Marisa pada
sudut-sudut tempat yang Marisa tidak tahu. Husni begitu gregetan seketika
Husni memergoki Dimas sedang melihat Marisa masuk kedalam masjid, pada saat itu
Husni memaksa Dimas untuk menuliskan sebuah kalimat di notepad mini milik Husni
lalu menaruh secarik kertas itu di sepatu yang di kenakan oleh Marisa, Dimas
memberontak(wajah merah dan malu) tapi Husni tetap menahannya.
Sekelar Marisa solat dan mengenakan sepatunya
terasa seperti ada yang menyelip di sepatunya Marisa coba untuk mengambil yang
menggagu di sepatunya ternyata ada secarik kertas, Marisa tidak menghirsukannya
kemudian ia letakan di sampingnya sewaktu selesai memasang sepatu, Marisa
membawa secarik kertas itu ke dalam kelas lalu membacanya terlukis kembali
senyuman manis itu.
Marisa tersenyum karna ia merasa baru pertama
kali ini ada seorang laki-laki yang menggodanya dengan secarik kertas. Tulisan
di kertas tersebut adalah sebuah puisi singkat yang romantis.
Dimas melihat Marisa tersenyum dari jendela,
dan mulai saat itu Dimas tau apa yang harus dia lakukan.
Hari-hari terus berjalan dengan surat kertas tersebut
selalu menjadi komunikasi mereka, dan Marisa begitu penasaran siapa sang
pemberi surat kertas tersebut.
Pada hari berikutnya seperti biasa dimana ada Marisa
disitu ada orang yang selalu berharap untuk bisa dekat dengan Marisa, Dimas.
Sewaktu Marisa sedang berdiskusi dengan Shinta
tidak sengaja Dimas mendengarkan percakapan mereka.
Shinta berbicara "itu secret paper lo
cemen banget sih, cuman beraninya ngomong lewat kertas kecil aja."
Marisa membalas dengan senyum senang.
Shinta,"oiya..oiya... Gimana nanti kita
pergokin aja nanti mar. Gw punya ide nih... nanti setiap klo lo ke masjid mau
solat nanti gw liatin deh, gimana?"
Marisa,"terserah kamu
aja(tersenyum)"
Belum sempat Shinta memergokinya, Dimas
mengirim surat kecil lagi dengan kalimat ikutin petunjuk ini.
Dimas memberika petunjuk dari satu titik
ketitik lainnya, dari petunjuk mading, lorong sekolah, kantin, dsb
Ketika Marisa sampai di tempat yang Dimas
tunjukan disitu ada Dimas yang sedang menunggu dengan kertas karbon yang dia
persiapkan terdapat tulisan-tulisan yang menyatakan kalau dia suka sama Marisa.
Marisa merasa terharu dan senang, lalu Marisa
membalas suratnya dengan secari kertas kemudian memberikannya ke diman,.
Wajah Dimas begitu panik, malu dan dingin. Isi pesannya.
Marisa meminta Dimas untuk menyampaikan pesan
yang ia tulis langsung dengan suaranya.
Lalu...
Dimas pun mengeluarkan suara yang sedikit
kaku,
"a..ku.. Su..ka. Sa..ma ka..mu"
Marisa lantas menjawab dengan senyuman
manisnya lalu berkata "aku juga suka sama kamu,(senyum)"
Dimas,"ka..mu ma..u nggak ja..di pacar
aku."
Marisa,"(senyum) makasih ya surat
kecilnya, aku tidak bisa. tapi aku suka kok sama kamu. Aku ingin menjadi
seorang perempuan yang seperti agama kita ajarkan, dan aku ingin orang yang aku
sukai ini dapat memahami itu, dan belajar untuk memantaskan diri, kamu
mengertikan?"
Dimas,"ehmm gtu ya(kecewa), apa yang
harus aku lakukan?"
Marisa,"jangan cemberut gitu, secret
paper ku gaboleh patah semangat. Kamu harus bisa memantaskan diri dan selalu
ibadah dan berdoa. Nanti jika kita kelak berjodoh kita pasti di pertemukan
kembali"
Dimas,"(mulai tersenyum) makasih ya sudah
menyukaiku"
Shinta tiba-tiba datang dan mengajak Marisa
pulang, "akhirnya secret paper kamu itu ketahuan juga, ternyata Dimas
pengagum rahasia kamu yg bisa berbicara lewat mini note, cowo yang unik.."
"Udah ah jangan ngomongin dia terus, hari
ini giliran belajar di rumah kamu kan?" sahut Marisa
"oiyaa tapi beli piscok dulu yaa"
"iyaa deh"
“ ALLAH MENGINGATKAN DALAM AL QURAN KEPADA MANUSIA YANG MELAMPAUI BATAS AGAR JANGAN BERPUTUS ASA DARI RAHMAT-NYA. KARENA ALLAH MAHA PENGAMPUN DAN MAHA PENYAYANG.” (QS.AZ-ZUMAR[39]:53)

Komentar
Posting Komentar